Rabu, 28 September 2016

Dunia Cermin

Genre: Mystery Horror, Family Fanfiction
BBB All Elemental HaliTauGem
Pinjam Animonsta Studio.


Chapter 1.
            “Kringg!!!” Alaram berbunyi, waktu menunujkan pukul 5.00. dan aku selalu berpikir. Kapankan akan selesai kehidupan ku, apakah ada dunia yg jauh lebih memilihku? Itulah yg aku pikirkan sejenak. Aku jujur menyesal kenapa aku masih diberi kesempatan hidup, walau sebenarnya aku tak suka keadaan ini.

            Tak lama membangunkan setengah badanku agar aku jauh dari alam kesadaran. Seandainya mimpi semalam adalah kebenaran. Aku menginginkan hal itu. 16 tahun hidup dengan rasa kebencian yg ada dihidupku. Menyelimuti hingga masa masa trauma datang menhampiriku lagi.

“Prackk,, dugh dhih…” well dimulai pertempuran lagi pagi ini. hanya kak Gempa yg bisa membuat keadaan lebih baik.
“Kak cukup dong paginya ribut, nggak capek apa?” ucapku dengan nada kesal, namum mereka tidak menggangapiku dengan baik. Malah sebaliknya membentakku.
“Bulum cukup, coba saja aku bisa ngapain mu, setidaknya dia tak aku apakan karena yah gitu deh.” Ucap kak Taufan nyindir, Halilintar menatapnya dengan tajam dan melihat sinis padaku.
“Lho salahku apa, kok lihat begitu? Aku kan kasih tau aja.” Kalli ini kelihatan nya salah lagi deh di “Aku” nya.
“ Sudah, kamu harus bergegas ke kamar mandi, kita sudah hampir telat nih. Kalian juga. Cepat habiskan makan itu.” Kata Gempa
“Iya” jawaban Taufan datar. Halilintar mengangguk…



20 menit berlalu…
“Anak itu lama banget, apa gak bisa cepat?” kata Halilintar.
“Ntah dasar lelet.” Jawab Taufan.
“Kalau ingin cepat, duluan. Aku nyusul sama dia.” Ucap Gempa santai.
“Kamu yakin?”
“Ya , aku nggak papa. Sudah kalian harus duluan.”
“OK”

            Selesai mandi aku bergegas ke kamar buat mengganti baju, ya baju sekolah. Setelah aku keluar. Yg kulihat kak Gempa yg masih dirumah. Dia menungguku, tapi kemana kak Hali dan kak Taufan? Sudahlah kenapa aku harus memikirkan mereka, sedangkan mereka nggak pernah menganggapku ada.

“Lho, kakak gak barengan mereka?” ucapku.
“Gak, kakak pengennya berangkat sama adik sayang ku satu yg manis ini.” jawab kak Gempa tersenyum padaku, aku tau kakak sayang samaku dan aku membalas senyuman itu.
“Kak, bolehkan aku menyanyakan sesuatu?”
“Boleh, apa yg kamu ingin tanyakan?”
“Kak, adakah yg masih menerima diriku. Sedangkan satu satu didunia ini tak ada seorangpun peduli samaku. Bahkan rasanya aku ini berbeda.” Ucpku dengan nada sendu.
“Masih kok, masih seperti aku, Kak Hali dan Kak Taufan.” Jawabnya dengan nada rendah,setengah melihatku yg terlihat sedih.
“Tapi kak, aku merasakan mereka begitu jauh meninggalkanku, sangat jauh bahkan untuk mencoba mendekat itu sangat sulit.”
“Sudah sudah… kamu gak perlu pikirkan hal ini, kamu lebih focus sama dirimu saja. Suatu saat mereka pasti akan tau. Cuma sekarang kita butuh waktu.” Ucap kak Gempa menyemangatiku.
“akan aku coba kak, terimakasih.” Ucapku nada sedikit terhibur, dan kakak tersenyum padaku.

Akhirnya mereka nyampai juga disekolah…

            Bell masuk menunjukkan pukul 7 pagi. Begitu cepat cepat mereka berlarian menuju kekelas masing masing. Aku berpamitan kepada kak Gempa. Dan meninggalkan yg berlalu. Aku menuju ke kelasku kelas 1B dimana mereka semua menatapku dengan pandangan buruk, dan ada yg mencengar celotehan yg buat kuping tegak. Sumpah, rasanya aku ingin membunuhnya. Tapi mana mungkin hidup di dunia hukum, bisa seenaknya membunuh. Hal itu tidak mungkin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar