Genre: Mystery Horror, Family
Fanfiction
BBB All Elemental HaliTauGem
Pinjam Animonsta Studio.
Chapter 1.
“Kringg!!!” Alaram berbunyi, waktu
menunujkan pukul 5.00. dan aku selalu berpikir. Kapankan akan selesai kehidupan
ku, apakah ada dunia yg jauh lebih memilihku? Itulah yg aku pikirkan sejenak.
Aku jujur menyesal kenapa aku masih diberi kesempatan hidup, walau sebenarnya
aku tak suka keadaan ini.
Tak lama membangunkan setengah
badanku agar aku jauh dari alam kesadaran. Seandainya mimpi semalam adalah
kebenaran. Aku menginginkan hal itu. 16 tahun hidup dengan rasa kebencian yg
ada dihidupku. Menyelimuti hingga masa masa trauma datang menhampiriku lagi.
“Prackk,,
dugh dhih…” well dimulai pertempuran lagi pagi ini. hanya kak Gempa yg bisa membuat
keadaan lebih baik.
“Kak cukup
dong paginya ribut, nggak capek apa?” ucapku dengan nada kesal, namum mereka
tidak menggangapiku dengan baik. Malah sebaliknya membentakku.
“Bulum
cukup, coba saja aku bisa ngapain mu, setidaknya dia tak aku apakan karena yah
gitu deh.” Ucap kak Taufan nyindir, Halilintar menatapnya dengan tajam dan
melihat sinis padaku.
“Lho salahku
apa, kok lihat begitu? Aku kan kasih tau aja.” Kalli ini kelihatan nya salah
lagi deh di “Aku” nya.
“ Sudah,
kamu harus bergegas ke kamar mandi, kita sudah hampir telat nih. Kalian juga.
Cepat habiskan makan itu.” Kata Gempa
“Iya”
jawaban Taufan datar. Halilintar mengangguk…
20 menit
berlalu…
“Anak itu
lama banget, apa gak bisa cepat?” kata Halilintar.
“Ntah dasar
lelet.” Jawab Taufan.
“Kalau ingin
cepat, duluan. Aku nyusul sama dia.” Ucap Gempa santai.
“Kamu
yakin?”
“Ya , aku
nggak papa. Sudah kalian harus duluan.”
“OK”
Selesai mandi aku bergegas ke kamar
buat mengganti baju, ya baju sekolah. Setelah aku keluar. Yg kulihat kak Gempa
yg masih dirumah. Dia menungguku, tapi kemana kak Hali dan kak Taufan? Sudahlah
kenapa aku harus memikirkan mereka, sedangkan mereka nggak pernah menganggapku
ada.
“Lho, kakak
gak barengan mereka?” ucapku.
“Gak, kakak
pengennya berangkat sama adik sayang ku satu yg manis ini.” jawab kak Gempa
tersenyum padaku, aku tau kakak sayang samaku dan aku membalas senyuman itu.
“Kak,
bolehkan aku menyanyakan sesuatu?”
“Boleh, apa
yg kamu ingin tanyakan?”
“Kak, adakah
yg masih menerima diriku. Sedangkan satu satu didunia ini tak ada seorangpun
peduli samaku. Bahkan rasanya aku ini berbeda.” Ucpku dengan nada sendu.
“Masih kok,
masih seperti aku, Kak Hali dan Kak Taufan.” Jawabnya dengan nada
rendah,setengah melihatku yg terlihat sedih.
“Tapi kak,
aku merasakan mereka begitu jauh meninggalkanku, sangat jauh bahkan untuk
mencoba mendekat itu sangat sulit.”
“Sudah
sudah… kamu gak perlu pikirkan hal ini, kamu lebih focus sama dirimu saja.
Suatu saat mereka pasti akan tau. Cuma sekarang kita butuh waktu.” Ucap kak
Gempa menyemangatiku.
“akan aku
coba kak, terimakasih.” Ucapku nada sedikit terhibur, dan kakak tersenyum
padaku.
Akhirnya
mereka nyampai juga disekolah…
Bell masuk menunjukkan pukul 7 pagi.
Begitu cepat cepat mereka berlarian menuju kekelas masing masing. Aku berpamitan
kepada kak Gempa. Dan meninggalkan yg berlalu. Aku menuju ke kelasku kelas 1B
dimana mereka semua menatapku dengan pandangan buruk, dan ada yg mencengar
celotehan yg buat kuping tegak. Sumpah, rasanya aku ingin membunuhnya. Tapi
mana mungkin hidup di dunia hukum, bisa seenaknya membunuh. Hal itu tidak
mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar